Kembangkan Bakat Musik WBP, Kini Lapas Banyuasin Punya Studio Rekaman Sendiri

berita studio rekamanLembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banyuasin kini memiliki studio rekaman sederhana yang berada di sebelah ruang perpustakaan. Studio tersebut merupakan inisiasi dari Kepala Lapas Ronaldo Devinci Talesa

Devin sapaan akrabnya mengaku inisiatif membuat studio rekaman muncul ketika sebelumnya mengikuti lomba correctional music competition yang diadakan oleh Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) pada November 2020 lalu.

“Pada saat kompetusi, Alhamdulillah Devinci Band yang merupakan band asuhan Lapas Banyuasin mendapatkan juara favorit pada ajang yang digelar secara nasional tersebut. Oleh karena itu, perlu disiapkan sarana dan pra sarana penunjang untuk menampung bakat bermusik para warga binaan,” ungkapnya.

Devin menambahkan, fasilitas yang disiapkan di studio ini disiapkan untuk para warga binaan untuk berlatih band. Apabila sudah bagus, maka penampilan mereka akan direkam dan ditampilkan di channel youtube dan media sosial Lapas Banyuasin.

"Sejauh ini, sudah beberapa cover lagu yang kita produksi. Tanggapan masyarakat cukup baik terhadap konten yang kita buat. Sementara kita hanya cover lagu akustik saja. Untuk kedepannya apabila memungkinkan akan kita buat cover lagu dengan full personil band," jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan nantinya para warga binaan yang memiliki penampilan yang sangat bagus, akan kita ikutsertakan di lomba - lomba yang akan datang.

"Senin (20/11) nanti kita akan gelar audisi untuk mencari personil Devinci Band, mulai dari vokalis, gitaris, bassis, drummer dan pianis. Semoga dapat ditemukan penerus dengan skill mumpuni agar bisa terus mengukir prestasi," harapnya

Studio ini, tak hanya digunakan untuk cover lagu saja, melainkan ada fasilitas untuk podcasting juga. sampai saat ini sudah tiga episode podcast yang dibuat. Semua itu, bisa ditonton langsung di channel youtube Lapas Banyuasin.


Cetak   E-mail