Penuhi Hak Warga Binaan, Lapas Banyuasin Kemenkumham Sumsel Gelar Sidang TPP

TPP1

Puluhan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuasin Kemenkumham Sumsel mengikuti sidang TPP (Tim Pengamat Pemasyarakatan) di Aula Lapas Banyuasin, Rabu (18/05/2022).

Kepala Lapas Kelas IIA Banyuasin Kemenkumham Sumsel Ronaldo Devinci Talesa mengatakan, Sidang TPP merupakan salah satu tahapan dari rangkaian pengusulan reintegrasi sosial bagi warga binaan di Lapas.

"sidang TPP merupakan hal yang penting bagi warga binaan, karena di tahap ini lah warga binaan akan diarahkan untuk menentukan program pembinaan selama di Lapas Banyuasin," jelasnya.

Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Lapas Banyuasin Ronaldo Devinci Talesa dan dihadiri oleh Kasi Binadik, Kasi Kegiatan Kerja, Kasi Adm Kamtib, Kepala KPLP, Kasubsi Bimkemaswat, Kasubsi Bimlohasker, Kasubsi Registrasi dan perwakilan dari Balai Pemasyarakatan.

"Agenda sidang sendiri yakni membahas usulan integrasi, remisi Lasia, pelatihan bimbingan kerja, dan usulan WBP yg akan di pindahkan kan ke kamar santri guna mendapatkan program pembinaan lebih lanjut," ungkapnya.

Pasang Banner Nomor Pengaduan, Lapas Banyuasin Terbuka Terima Kritik dan Saran Masyarakat

berita pengaduan

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuasin Kemenkumham Sumsel Lakukan Pemasangan Banner Nomor Pengaduan, Rabu (18/05/2022). Banner pengaduan tersebut dipasang di beberapa titik yang mudah dilihat oleh masyarakat, seperti gedung depan, taman dan ruang tunggu pengunjung. Berikut nomor pengaduan Lapas Banyuasin yakni 082179246258. Nomor tersebut juga terhubung dengan whatsapp messenger. Kepala Lapas Kelas IIA Banyuasin Kemenkumham Sumsel Ronaldo Devinci Talesa mengatakan, Lapas Banyuasin menerima segala bentuk laporan dan pengaduan apabila terjadi penyelewengan terhadap layanan di Lapas Banyuasin "apabila terjadi hal yang di luar prosedur atau pungli dan segala macam, atau juga masukan untuk peningkatan pelayanan Lapas Banyuasin, segera laporkan ke nomor tersebut, lalu akan kita proses sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tegasnya. Ronaldo menambahkan, peran dari masyarakat sangat diperlukan untuk mengawasi sistem layanan yang berjalan di Lapas Banyuasin. "kita sangat terbuka dan menerima segala bentuk kritik, saran, masukan. Hal ini demi membangun Lapas Banyuasin menjadi lebih baik lagi," ungkapnya.

peng1

Antisipasi Gangguan Kamtib di Hari Libur, Kalapas Banyuasin Rutin Lakukan Kontrol Untuk Tingkatkan Kewaspadaan

kontrol

Mengantisipasi gangguan keamanan dan tata tertib (kamtib) di akhir pekan dan hari libur nasional, jajaran keamanan Lapas Kelas IIA Banyuasin Kemenkumham Sumsel dipimpin oleh Kepala Lapas selalu meningkatkan kewaspadaan dengan rutin melakukan kontrol ke dalam blok hunian warga binaan.

Kepala Lapas Banyuasin Kemenkumham Sumsel Ronaldo Devinci Talesa dibantu oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Andre Silalahi beserta staf dan regu jaga memeriksa kondisi warga binaan di dalam kamar, serta sarana dan pra sarana di sekitar lingkungan blok hunian

Ronaldo mengatakan, kontrol meliputi pengecekan kesehatan warga binaan, lalu kekuatan kunci gembok, terali besi, beranggang, jaringan Listrik, ketersediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

“kontrol keliling seperti ini selalu kita laksanakan di setiap waktu. Peningkatan kewaspadaan harus terus ditingkatkan oleh seluruh jajaran keamanan Lapas yang bertugas, terutama di hari libur seperti ini. Meski libur, kekuatan pengawasan jangan sampai kendur agar tidak terjadi hal - hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ronaldo mengungkapkan pengecekan kunci gembok, terali dan beranggang bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya pelarian yang dapat dilakukan oleh warga binaan.

“apabila ada gembok yang mulai rusak saya perintahkan untuk segera diganti dengan yang baru. Selain itu, terali besi dan dinding - dinding pembatas dicek kekuatannya agar tidak mudah dijebol yang dampak buruknya mengakibatkan terjadinya pelarian,” ungkapnya.

Selain pemeriksa gembok dan beranggang, pemeriksaan jaringan listrik perlu diperhatikan agar tidak terjadi korsleting atau arus pendek akibat kabel yang tidak teratur.

“untuk jaringan listrik kita sudah menata MCB tiap - tiap kamar dengan rapi berkoordinasi dengan bagian umum Lapas. Dengan begitu diharapkan mengurangi resiko korsleting dan akibat buruk lainnya,” jelas dia.

kontrol1