Lima Warga Binaan Lapas Banyuasin Terima Ijazah Sekolah Kejar Paket A, B dan C

BAGI IJAZAH

Banyuasin, lapasbanyuasin.kemenkumham.go.id,- Raut wajah gembira tampak terlihat pada lima orang warga binaan Lapas Kelas IIA Banyuasin. Pasalnya, pada hari ini, Selasa (29/09/2020), mereka berhak mendapatkan ijazah setelah menjalani Sekolah Kejar Paket A, B san C yang diselenggarakan oleh pihak Lapas Banyuasin.

 
Pembagian ijazah diawali dengan pengambilan cap sidik jari dan tanda tangan oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang bersangkutan. Ijazah tersebut resmi dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Banyuasin.
 
Kepala Lapas Kelas IIA Banyuasin mengatakan, sebanyak lima orang warga binaan tersebut telah menjalani proses pembelajaran dengan baik dan lulus dengan nilai yang cukup.
 
"Adapun rincian dari penerima ijazah tersebut antara lain, Paket A 1 orang, Paket B 2 orang, dan Paket C 3 orang. Sebenarnya masih banyak lagi warga binaan yang lulus dan berhak mendapat ijazah. Namun, mereka telah bebas. Jadi untuk pengambilan ijazahnhya mereka harus menghadap ke SKB Kabupaten Banyuasin," jelasnya.
 
Ronaldo menambahkan, momen ini merupakan kesempatan emas bagi para WBP yang berada disini untuk memperbaiki hidup. Karena ijazah dari sekolah paket A, B dan C juga diakui keabsahannya selayaknya sekolah formal.
 
"Saya berpesan kepada warga binaan yang telah mendapatkan ijazah ini untuk selalu mengembangkan potensi yang ada pada diri agar ketika kembali ke masyarakat dapat menjadi generasi penerus bangsa yang bermanfaat," harapnya.
 
2
3
9

Pegawai Lapas Banyuasin diberi Pelatihan Menembak dan Perawatan Senjata Api

IMG 3238Banyuasin, lapasbanyuasin.kemenkumham.go.id,- Sekitar 50 orang Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuasin melaksanakan pelatihan menembak dan pemeliharaan senjata api. Kamis, (24/09/2020). Rombongan Lapas Kelas IIA Banyuasin yang dipimpin oleh Kepala Lapas Kelas IIA Banyuasin, Ronaldo Devinci Talesa beserta jajaran diterima oleh Danyonzikon Letkol CZI Trisnu Novawan S. Sos M.trHan M. Si
 
Ronaldo menjelaskan, tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan petugas Lembaga Pemasyarakatan kelas IIA Banyuasin khususnya dalam bidang menembak dan pemeliharaan senjata api.
 
"Hari ini kita beri kesempatan kepada 50 pegawai Lapas Kelas IIA Banyuasin untuk berlatih menembak serta pemeliharaannya. Di Lapas Banyuasin sendiri memiliki beberapa senjata laras panjang seperti Shotgun SG - 1 yang di bawa kemari untuk di uji coba," jelasnya.
 
Lebih lanjut Ronaldo mengungkapkan ucapan terimakasihnya kepada pihak Yonzikon yang telah menerima dengan baik. Pegawai Lapas merupakan salah satu pegawai yang dipersenjatai oleh negara. Untuk itu perlu pelatihan baik untuk menembak dan pelatihan perawatan senjata api. 
 
"Kegiatan pelatihan bagi pegawai Lapas ini sangat penting untuk diikuti untuk memberi pengetahuan dalam memelihara, serta melatih kemampuan/kapasitas Pegawai Lapas dalam menggunakan Senjata Api khususnya dalam hal pengamanan Lapas sesuai dengan Undang-undang  penggunaan senjata Api," tambahnya.
 
Peserta dibagi kedalam dua kelompok yang secara bergantian mengikuti pelatihan menembak Pistol, Senapan dan pemeliharaan senjata dengan menerapkan protokol kesehatan seperti cuci tangan sebelum masuk ke dalam lingkungan Yonzikon.
 
Adapun senjata yang digunakan untuk latihan menembak yaitu Senjata laras pendek (FN 46) dan laras panjang (M 16 A1). Sementara itu pelatihan pemeliharaan senjata api meliputi bongkar pasang dan perawatan senjata jenis Shotgun SG - 1 yang memang sudah digunakan petugas Lapas dalam melaksanakan tugas. Petugas Lapas juga memiliki senjata lainnya dalam melaksanakan tugas yaitu Shotgun dan Pistol FN.
 
IMG 3241
 
IMG 3250

Lapas Banyuasin Sukses Panen Kacang Tanah

13Banyuasin, lapasbanyuasin.kemenkumham.go.id,- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuasin sukses melakukan penanaman dan panen kacang tanah di areal perkebunan seluas 250 m2. Selasa (22/09/2020), Kepala Lapas Kelas IIA Banyuasin didampingi pejabat dan pegawai memanen sekitar 20 kg kacang tanah yang ditanam sejak tiga bulan yang lalu.

Kepala Lapas Banyuasin mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang diberikan untuk warga binaan di bidang perkebunan. Terdapat 40 warga binaan yang dilibatkan dalam program ini, mulai dari penanaman, pemeliharaan hingga panen.

“Hari ini kita panen kacang tanah di lahan seluas 250 m2, meski tidak terlalu luas, namun dapat menghasilkan sekira 20 kg kacang tanah berhasil dipanen. Kacang tanah yang ditanam dengan memanfaatkan lahan kosong di sekitar areal Lapas ," ujarnya.

Ronaldo menyampaikan bahwa sekitar 40 napi yang kelola baik lahan dalam dan luar lapas.

“Ada 40 WBP kita pekerjakan setelah diberi pelatihan. Saya berharap tidak hanya sebatas area Lapas Banyuasin saja, tetapi sukses dalam bercocok tanam ini dapat menjadi modal hidup bagi WBP ketika kembali menjalani hidup bermasyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu Kasi Kegiatan Kerja, Ahmad Fausan sangat mengapresiasi hasil panen kacang tanah yg dihasilkan oleh WBP Lapas Banyuasin tersebut.

“Hasil panen ini sangat memuaskan dan akan kita pasarkan di pasar local saja. Sebelumnya Lapas Banyuasin juga berhasil memanen sayur – sayuran berupa kangkung dan sawi. Kedepannya, tidak hanya jenis tanaman ini saja yang akan dikembangkan oleh Lapas Banyuasin, tetapi juga jenis tanaman atau sayuran yang berbeda agar pengetahuan WBP dapat terus bertambah, khususnya dalam bidang pertanian,” tutupnya.

 

9

8

17

10